Pengaruh Kepemimpinan Sultan Agung dalam Memajukan Peradaban Islam di Pulau Jawa
Pengaruh Kepemimpinan Sultan Agung dalam Memajukan Peradaban Islam di Pulau Jawa
Oleh : Friendy Alan Nawawi
Sultan Agung merupakan seorang filsuf yang menyatukan Islam dengan kebudayaan Jawa. Ia merupakan tokoh yang terkenal tegas, dan berhasil membawa kerajaan Mataram Islam ke puncak kejayaan luar biasa. Ia memimpin mulai dari tahun 1613 hingga 1645 M. Dalam memajukan sebuah kerajaan, tentu ada keahlian yang ia miliki, dan ia dikenal sebagai pejuang, budayawan, dan ahli strategi militer.
Pada akhirnya, kenyataan tidak sesuai dengan apa yang ia perkirakan. Ia menerima rintangan yang berat mulai dari luar hingga dari dalam. Dominasi VOC di Batavia merupakan rintangan utama yang sulit untuk dihadapinya, karena mereka tidak mengakui kedaulatan Mataram, dan membatasi gerak dagang Mataram di Batavia dan Malaka. Lalu yang lebih parahnya lagi adanya intrik internal dan pengkhianatan yang menjadi rintangan terberat yang berasal dari dalam. Bahkan, beberapa wilayah seperti Cirebon dikabarkan mengirim informasi rahasia ke VOC, sehingga mempersulit posisi Sultan Agung untuk melakukan pergerakan.
Setelah beribu kesulitan yang dihadapinya, akhirnya kerajaan Mataram Islam berhasil mencapai puncak kejayaan pada tahun 1647 M. Berbagai macam upaya yang ia lakukan untuk memajukan agama Islam, salah satu contohnya dapat dilihat dari usahanya dalam memakmurkan masjid. Selain itu, Ia juga membuat sebuah penanggalan yang kita kenal saat ini sebagai penanggalan Jawa, yang ia ciptakan dengan menggabungkan penanggalan Saka dari India, dengan kalender Hijriah(Islam).
Begitu besar perjuangannya dalam memajukan agama Islam. Sultan Agung adalah figur legendaris yang diakui karena kepemimpinannnya yang kuat dan visioner. Ia dikenang selalu sebagai pahlawan Nasional yang tak lekang oleh waktu.
Komentar
Posting Komentar